Email Marketing Vs Media Sosial

Di bab ini Anda akan mengetahui perbandingan antara keuntungan email marketing dan media sosial bagi bisnis online Anda.

Baca juga: Keuntungan Email Marketing

Media sosial atau Jejaring sosial telah menjadi bagian penting dari berkembangnya internet dan pemasaran online dalam dekade terakhir.

Begaimana dampak media sosial untuk email marketing dan apakah email marketing masih relevan dengan adanya jejaring sosial?

Saya akan menjelaskan mengapa email marketing lebih penting daripada media sosial.

Khususnya untuk mengembangkan bisnis Anda. 🙂

Facebook, Twitter, Google Plus, Youtube, Instagram, LinkedIn dan kawan-kawannya...

Nama-nama tersebut adalah media sosial yang kini mendominasi traffic internet.

Tentu saja, pemasaran melalui media sosial akan meningkat seiring aktivitas konsumen dan pelanggan yang menghabiskan banyak waktu di situs media sosial.

Namun, apakah masuk akal untuk mengalokasikan semua sumber daya pemasaran Anda melalui media sosial?

Tidak!

Email masih menjadi bagian yang sangat penting dari strategi pemasaran online.

Di tabel berikut ini, saya telah merangkum perbandingan tingkat efektifitas dari Email Vs Facebook Vs Twitter. Silahkan Anda klik linknya jika ingin melihat sumber datanya.

Saya ambil Facebook dan Twitter karena menurut saya, ini adalah medsos yang dominan saat ini.

?

EmailFacebookTwitter
Total number of users2.6 billion1.7 billion313 million
First online “check” of the day58%11%2%
Use this channel at least daily91%57%14%
Prefer this channel for permission-based promotional messages77%4%1%
Most frequently used channel for personal messages45%12%0%
Users check here for a deal from a company they know44%4%
Users who made a purchase as the result of a marketing message from this channel66%20%6%
Customers Acquired7%<1%0%
Inbox Placement Rate/Organic Reach79%1-6%<1-30%
Open/Click-Through/Engagement Rate18% OR / 3.7% CTR0.07%0.03%
Distribution of Global Content Sharing Activities4%57%18%
Delivers an Excellent ROI21%15%
Customer Lifetime Value+12%+1%-23%
OwnershipFull ownershipAccount can be terminatedAccount can be terminated

Seperti yang bisa Anda lihat sendiri, email marketing masih menjadi media pemasaran yang lebih efektif dibanding media sosial.

Di media sosial, Anda harus menggabungkan strategi pemasaran email dan strategi media sosial untuk mencapai hasil akhir yang terbaik.

Berikut ini adalah beberapa tips dan saran tentang bagaimana dan mengapa harus menggabungkan email marketing dan strategi sosial media Anda.

Email Marketing Vs Media Sosial

Email Marketing Masih Menjanjikan Return on Investment Tertinggi

Banyak lembaga statistik telah mempelajari dan melakukan survei pemasaran di sosial media (tidak peduli seberapa besar sosial media yang ada) serta para marketer yang mengatakan bahwa sosial media sangat penting bagi bisnis mereka. 

Hasilnya adalah email marketing masih menghasilkan Return on Investation terbesar. Hasil tersebut sangat masuk akal karena sedikit biaya overhead atau waktu yang dibutuhkan untuk mengirim email tertarget ke kelompok pelanggan atau pengguna spesifik.

Jika Anda adalah pebisnis cerdas yang memahami pentingnya angka ROI yang kuat maka email marketing harus berada di urutan puncak daftar direct sales dan channel komunikasi pemasaran Anda.

Konsumen dan Pengguna Jarang Memeriksa Email Tapi Di Media Sosial Jarang Aktif Pada Satu Layanan

Ingat Friendster? Beberapa tahun lalu ketika Friendster adalah tujuan terpopuler di internet (selain Google) dan setiap orang memiliki profil Friendster dan menghabiskan berjam-jam setiap hari di situs tersebut.

Kemudian, tidak lama Facebook hadir dan menjadi semakin populer. Saat itu, tampaknya tidak terpikirkan ada yang bisa menyaingi posisi Facebook, tapi saat Anda membaca artikel ini, Youtube dan Instagram menjadi media sosial yang juga dikunjungi setiap orang.

Jika ada suatu kenyamanan di media sosial maka pada akhirnya pengguna akan beralih ke media sosial lainnya. Ini akan membuat berat eksekusi pemasarannya karena pengguna terbagi-bagi antara media sosial satu dengan lainnya. 

Mereka juga terkadang menggunakan alamat email yang tidak valid untuk akun media sosial mereka. Mereka mayoritas hanya menambahkan alamat email sekunder karena alamat email utama digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Alasan Hotmail tetap menjadi layanan email berbasis web terbesar di dunia karena Hotmail adalah yang pertama. Meskipun banyak orang tidak memeriksanya setiap hari tetapi kebanyakan orang masih memeriksa alamat Hotmail lama mereka setidaknya secara berkala.

Contoh: Tidak semua generasi baby boomers memiliki satu akun medsos apalagi dua atau lebih, namun jika email, mereka pasti punya. Minimal satu akun email untuk keperluan akses smartphone mereka.

Alamat email memang tidak permanen seperti alamat rumah. Namun, Anda memiliki alamat email pelanggan sehingga Anda masih memiliki cara yang cukup meyakinkan untuk mengirim pesan langsung ke pelanggan secara personal.

Tidak seperti media sosial yang sejauh ini terbukti paling sulit, alamat email adalah cara yang hampir dapat dipastikan untuk dapat menjangkau sebagian besar pelanggan atau pengguna.

Pesan Anda Lebih Mudah Ditemukan di Email

Setelah Anda mengirim pesan email marketing ke konsumen (pelanggan atau pengguna), pesan tersebut tetap berada di inbox email sampai konsumen membacanya atau memilih untuk menghapusnya.

Meskipun konsumen belum membacanya, email Anda tetap berada di inbox untuk menunggu dibuka dan mengingatkan konsumen tentang brand Anda.

Pesan di jejaring sosial tidak bisa permanen. Setelah Anda mengirim pesan, Anda bergantung pada linimasa (timeline) pengguna atau pelanggan Anda. Semakin banyak pesan yang mereka terima, maka semakin cepat terkubur pesan Anda.

Oke, mungkin Anda memperbarui pesan di Facebook atau Twitter setiap waktu dan pesan Anda bisa tersebar secara luas. Namun, apakah mereka benar-benar membacanya?

Email dikirim tepat ke pengguna atau pelanggan Anda dan mengingatkan mereka tentang produk Anda karena email masuk adalah penting bagi mereka.

Email itu Tertarget, Jejaring Sosial itu "One Size Fits All"?

Sifat media sosial adalah melindungi tingkat privasi tertentu.

Selain itu, kebanyakan orang tidak menyajikan informasi valid tentang diri mereka di media sosial. Namun, database email menyajikan informasi yang memungkinkan Anda mengelompokkan dan menargetkan komunikasi berdasarkan fakta seperti riwayat pembelian, jenis kelamin, usia, dan bahkan lokasi geografis.

Pemasaran paling efektif adalah pemasaran yang tertarget. Media sosial tidak memudahkan Anda untuk menargetkan pesan secara efektif.

Beda lagi kalau Anda menggunakan fasilitas iklan di media sosial. Namun Anda harus menyiapkan biaya iklan dan siap untuk trial error. Belum lagi resiko boncos alias biaya iklan tercipta tanpa ada hasil yang Anda inginkan.

Sosial Media adalah Alat Brand Engagement. Bukan Alat Direct Sales.

Inti permasalahan adalah peran media sosial dalam strategi pemasaran Anda.

Sebagian besar pakar marketing mengakui satu hal, yaitu media sosial adalah alat branding, bukan alat direct sales.

Alasan terbesar mengapa email marketing terus memberikan return on investment tertinggi dari semua channel pemasaran adalah bagaimana perilaku pengguna di media sosial tidak dapat dijelaskan dengan direct sales.

Pengguna media sosial mengumpulkan informasi dan mendiskusikan produk tetapi mereka tidak membeli produk. Media sosial penting untuk brand engagement. Namun, biasanya bukan channel direct sales seperti layaknya email marketing.

Email Marketing dan Sosial Media Harus Bersinergi

Rencana pemasaran terbaik adalah rencana pemasaran yang komprehensif.

Itu artinya media sosial dan platform email marketing Anda harus digunakan secara berdampingan.

Harus ada kesempatan bagi pengguna untuk berbagi konten email melalui media sosial dan kesempatan untuk bergabung dalam daftar email Anda melalui media sosial. Itu adalah salah satu strateginya.

Namun, keberadaan media sosial tentu saja tidak menghilangkan teknik dan strategi email marketing yang kuat!

Kesimpulan

Mari kita lihat keunggulan masing-masing channel Email Marketing Vs Media Sosial ini yang telah dirangkum oleh Marthalia melalui kompasiana ini.

Email Marketing

  • Terdapat comprehensive analytics tools
  • Data memungkinkan Anda untuk mengetahui profil pelanggan
  • Harga yang masih normal atau relative sangat terjangkau (campaign yang kecil terkadang juga tidak dikenakan biaya)
  • Konten yang menarik dan kuat akan menghasilkan leads dari pelanggan Anda
  • Dilengkapi dengan opt-in (untuk mengekspresikan ketertarikan pelanggan dengan produk Anda)
  • Memiliki "usia" yang lebih dan sudah terbukti baik untuk digital marketing
  • Berdasarkan data, rata-rata email marketing open rate untuk setiap bisnis yakni 73%

Social Media

  • Hanya mampu menargetkan satu jenis audiens (berdasarkan pada lokasi, usia, ketertarikan, dsb)
  • Data salinannya lebih singkat, jelas dan menghibur
  • Biaya posting juga relatif murah
  • Mengedukasi followers dan membagikan informasi pada real-timeday-to-day
  • Baik untuk menciptakan brand awareness
  • Membantu untuk meningkatkan search engine ranking
  • Berdasarkan data, rata-rata pertumbuhan pada Facebook yakni 6% dan Twitter 2%

Selanjutnya: Contoh dan studi kasus tentang bagaimana email marketing meningkatkan pendapatan bagi perusahaan.

Tinggalkan komentar

13.200+ Pebisnis online
telah membacanya

Panduan Internet Marketing Newbie

Dapatkan Ebook ini cukup dengan masukkan Nama dan Email Anda agar saya bisa kirimkan ke email Anda.